文章
  • 文章
国际

Konser anti-klimaks Morrissey di Jakarta

2016年10月13日上午10:19发布
2016年10月13日上午10:20更新

Penyanyi Morrissey tampil pada konser kedua kalinya di Indonesia di Jakarta,pada Rabu 12 Oktober 2016. Foto oleh Muhammad Adimaja / Antara

Penyanyi Morrissey tampil pada konser kedua kalinya di Indonesia di Jakarta,pada Rabu 12 Oktober 2016. Foto oleh Muhammad Adimaja / Antara

Segalanya berjalan lancar dan sesuai ekspektasi penonton hingga Morrissey balik badan dan tidak kembali lagi ke panggung untuk menampilkan encore Ratusan penonton di GBK Sports Complex,Senayan,Jakarta Selatan,pada Rabu malam,12 Oktober,dibuat terheran-heran。 Tak sedikit dari mereka yang menyuarakan kekecewaannya terhadap vokalis asal Manchester,Inggris,itu。

“Enggak sopan,nih,Morrissey,”ucap seorang penonton di samping Rappler dalam kerumunan ketika Moz -panggilan akrabnya- tidak menampakkan batang hidungnya lagi setelah menyelesaikan lagu terakhir dalam setlist malam itu, Meat is Murder

“Gini doang?”ujar penonton lainnya。

Mantan vokalis乐队The Smiths itu menutup penampilannya dengan Meat is Murder yang disertai dengan video di layar background yang menampilkan adegan-adegan grafik pembunuhan hewan di berbagai tempat。 Morrissey yang dikenal sebagai seorang素食memang aktif berkampanye sebagai seorang aktivis hak binatang。

Sebelum mulai membawakan lagu penutup,ia mengatakan, “这些是你的朋友 (Mereka adalah kawan-kawanmu) ,” sambil menunjuk ke layar yang memperlihatkan sapi disembelih lehernya,atau anak-anak ayam jago yang dibunuh karena mereka tidak bisa bertelur。 “不要杀他们,不要吃他们 (Jangan membunuh mereka,jangan memakan mereka) 。”

Sejumlah penonton terhenyak disuguhkan video yang berdurasi kurang lebih 5 menit itu。 视频kemudian diakhiri dengan sebuah tulisan berbahasa印度尼西亚,“Apa alasanmu sekarang? daging adalah pembunuhan“。

Tulisan jangan membunuh dan memakan hewan di akhir konser Morrissey di Jakarta,pada 12 Oktober 2016. Foto oleh Abdul Qowi Bastian / Rappler

Tulisan jangan membunuh dan memakan hewan di akhir konser Morrissey di Jakarta,pada 12 Oktober 2016. Foto oleh Abdul Qowi Bastian / Rappler

Morrissey melangkah ke belakang panggung begitu tulisan itu muncul di layar,perlahan diikuti kelima anggota bandnya。 Penonton bertepuk tangan sopan。

Tak lama,layaknya konser-konser musisi mancanegara,terdengar teriakan “我们想要更多” Namun tak begitu kencang,hanya segelintir penonton yang berteriak menginginkan encore。

Sekitar lima menit berlalu,tak ada tanda-tanda yang menunjukkan Morrissey akan membawakan encore Lalu para kru terlihat di atas panggung,mencopot drumset dan membereskan instrumen-instrumen。 Kemudian lampu menyala。 Seorang petugas keamanan memberitahu kabar buruk bagi粉丝Morrissey malam itu,“Bubar,bubar。 Udah selesai。“

Atri Anggira,seorang penonton,mengatakan,“ Encore itu sesuatu yang essential dari sebuah konser。 Jadi jika itu ditiadakan,membuat kami bertanya-tanya, “发生什么事了?”

Meski ditutup tanpa encore ,Anggira -yang sudah dua kali menyaksikan langsung konser Morrissey- mengaku puas dengan penampilan idolanya malam itu。 Ini adalah konser kedua Morrissey di Jakarta。 Ia pernah menyambangi The Big Durian saat tampil di Tennis室内Senayan pada Mei 2012 lalu。

Sama seperti konser-konser Morrissey lainnya,30 menit sebelum pertunjukan dimulai,penonton disajikan“hidangan pembuka”berupa kompilasi video tentang segala hal yang disukai oleh pria kelahiran 22 Mei 1959 itu。 Mulai dari video klip musik Sex Pistols,The Ramones,Alice Cooper,dan New York Dolls; pembacaan puisi 想要死的安妮塞克斯顿,hingga adegan cuplikan电影seperti 肉色 karya安迪沃霍尔。

Kompilasi视频双关语diakhiri dengan adegan seorang perempuan berambut merah berteriak。 Sesaat setelah itu,Morrissey diikuti anggota bandnya memasuki panggung。

Ia langsung menghentak dengan lagu pembuka, Suedehead ,yang diiringi oleh koor penonton。

Lagu-lagu klasik Morrissey pun menyusul, Alma Matters dan Everyday is Like Sunday membuat penonton melambaikan tangan di atas sambil bernyanyi bareng。

Sebelum melanjutkan ke lagu berikutnya,ia menyapa penonton dan mengatakan, “我非常高兴能够来到这里”

Kemudian diikuti dengan Kiss Me a Lot ,salah satu lagu yang diambil dari album teranyar Morrissey, World Peace is your of your business of yang rills pada 2014。

Morrissey membuat penggemarnya berteriak ketika ia menyanyikan Let Me Kiss You dan membuka kemeja berwarna birunya yang sudah basah oleh keringat ketika verse ini dimulai, “闭上眼睛想想你体贴的人,让我吻你。 但是,然后你睁开眼睛看到有人鄙视你“。

Kemeja birunya itu ia lemparkan ke arah penonton dan berbalik ke belakang panggung untuk berganti kostum dengan kemeja berwarna hitam。

Ia kembali bertanya kepada penonton, “你喜欢唐纳德特朗普吗?” Yang langsung dijawab serentak, “Noooo”

“我很惊讶,” katanya berseloroh。 “但你知道世界和平不属于你的事吗?” Lagu dengan judul yang sama dengan专辑terbarunya itu pun dimainkan。

Ia juga menyerang kekerasan yang dilakukan oleh anggota kepolisian,utamanya di Amerika Serikat,ketika membawakan Ganglord Adegan-adegan残酷的polisi menendang,memukul,melempar para warga sipil dipertontonkan dengan gamblang di layar。 Jika polisi yang seharusnya melindungi warga malah berbalik menyerang,maka kepada siapa masyarakat harus meminta perlindungan?

Ia juga mengangkat isu tentang perlindungan hewan melalui Bullfighter Dies ,menceritakan tentang Spanyol yang menglorifikasi perkelahian antara manusia melawan banteng。 西班牙有一种痛苦 (Ada penderitaan di Spanyol),”卡塔莫里西。

Morrissey bermain visual dengan layar背景di panggung yang menampilkan gambar-gambar yang menarik perhatian penonton,sesuai dengan tema yang diangkat melalui lagu-lagunya dalam konsernya di Jakarta,pada 12 Oktober 2016. Foto oleh Muhammad Adimaja / Antara

Morrissey bermain visual dengan layar背景di panggung yang menampilkan gambar-gambar yang menarik perhatian penonton,sesuai dengan tema yang diangkat melalui lagu-lagunya dalam konsernya di Jakarta,pada 12 Oktober 2016. Foto oleh Muhammad Adimaja / Antara

Dalam konser kedua kalinya di Jakarta ini,Morrissey hanya membawakan 2 lagu dari史密斯,yaitu 现在怎么样? 肉是谋杀阳dijadikan penutup。

Putri,seorang penonton,mengatakan padahal ia menunggu-nunggu Morrissey membawakan人群最爱seperti 有一种永不熄灭的光天知道我现在很悲惨

Terlepas dari segala kekurangannya,konser Morrissey malam itu tetap mampu mengisi kekosongan dan menuntaskan rindu para penggemar di Jakarta。

Mungkin lain kali,Morrissey dapat mengucapkan sepatah dua kata perpisahan sebelum meninggalkan penonton yang dibuat bertanya-tanya。 Agar tidak ada penonton yang mengeluh dan mengatakan,“啊...... kalau gini abis konser gue makan KF * aja,deh”。

Karena kalau demikian,hasilnya menjadi kontraproduktif dari pesan yang dibawakan dengan apik dan elegan oleh Morrissey selama satu jam setengah ke belakang,bukan? Tapi penyanyi legendaris sekaliber Morrissey bisa berlaku semaunya juga,bukan? -Rappler.com

BACA JUGA: