文章
  • 文章
国际

Demi peran,Karina Salim riset soal aborsi

发布于2016年10月18日下午5:36
2016年10月18日下午5:36更新

Karina kembali menunjukkan kemampuannya berakting di film bertajuk'Salawaku'。 Foto dari akun instagram Karina Salim。

Karina kembali menunjukkan kemampuannya berakting di film bertajuk'Salawaku'。 Foto dari akun instagram Karina Salim。

雅加达,印度尼西亚 - Karina Salim adalah seorang perempuan dengan multitalenta。 Tidak hanya dikenal sebagai penyanyi dan juga salah satu balerina handal Indonesia,namun cucu H. Agus Salim ini juga semakin memantapkan kariernya di dunia perfilman Tanah Air。

Saat ditemui di sebuah restoran di kawasan Brawijaya,Jakarta Selatan,Selasa,18 Oktober,Karina berbagi cerita soal film terbaru yang dibintanginya berjudul Salawaku

“电影ini menceritakan tentang pencarian。 Pencarian jati diri,keluarga dan hidup seseorang yang namanya Salawaku。 Filmnya bergenre 公路电影 Terjadi apa saja dalam satu hari itu。 Ini bukan film cinta,“ujar Karina。

Di film Salawaku ,perempuan kelahiran 24 Agustus 1991 tersebut berperan sebagai Saras。 “Saras mengalami sesuatu hal dalam hidupnya dan dia pergi ke Maluku untuk melepaskan kepenatan。 Di sana dia bertemu seorang anak bernama Salawaku dan itu mengubah hidup dia。 Dia banyak belajar tentang hidup。“

Berperan di film dengan latar belakang Maluku,Karina sempat was-was saaat akan menjalani syuting。 Maklum,ini pengalaman pertamanya menginjakkan kaki di Maluku。

“Saya sempat khawatir。 Karena saya enggak kuat panas。 Dan benar,matahari kerasa banget teriknya。 Hari-hari pertama sempat pusing karena enggak kuat panas。 Tapi akhirnya jadi nagih Dan pas pulang ke jakarta saya jadi merasa ada sebagian hidup yang berbeda,“kata Karina。

Selain beradaptasi dengan cuaca,Karina pun sempat kesulitan untuk mendalami karakter sebagai wanita yang pernah menjalani aborsi。 Ia pun harus melakukan riset mengenai aborsi sebelum mulai syuting。

“Saya beberapa kali belajar sama orang yang pernah aborsi。 Saya mau tahu sakitnya seperti apa。 Traumanya seperti apa。 Saya datang ke orang-orang yang saya kenal。 Saya tahu itu(aborsi)hal yang sensitif。 Bahkan ada beberapa di antara mereka yang masih marah sama saya。 Saya maklum dan itu risiko。 Tapi saya harus tahu detail karena saya enggak pernah merasakan。“

Tapi bisa merasakan berperan dengan banyak karakter selalu dirasakan sebagai keuntungan oleh Karina。 Apalagi ditantang dengan peran yang belum pernah ia lakoni sebelumnya。

“Karena saya dilihatnya 可爱的女孩 Sebagai aktor saya ingin keluar dari zona nyaman itu。 Pengin ngasih lihat ke publik juga kalau saya bisa di luar karakter saya,“ujar Karina yang berencana mengakhiri masa lajangnya tahun depan。

电影Salawaku sendiri memperoleh delapan nominasi (FFI)2016。 电影Terbaik,Penata Musik Terbaik,Sutradara Terbaik,Pemeran Pendukung Wanita Terbaik,Pemeran Pendukung Pria Terbaik,Pemeran Anak Terbaik,Soundtrack Terbaik dan Penata Cinematography Terbaik -Rappler.com。