文章
  • 文章
国际

Leonardo DiCaprio terlibat investigasi penyelewengan dana di Malaysia

发布于2016年10月19日上午9:19
已更新2016年10月19日上午9:20

Leonardo DiCaprio ikut serta membantu Departemen Kehakiman AS untuk mengungkapkan kasus dugaan penggelapan dana terkait produksi film“The Wall of Wall Street”。 Foto oleh Christophe Archambault /法新社。

Leonardo DiCaprio ikut serta membantu Departemen Kehakiman AS untuk mengungkapkan kasus dugaan penggelapan dana terkait produksi film“The Wall of Wall Street”。 Foto oleh Christophe Archambault /法新社。

雅加达,印度尼西亚 - Aktor Leonardo DiCaprio tengah terlibat dalam investigasi kasus dugaan penggelapan yang melibatkan film The Wall of Wall Street yang dibintanginya yang berkisah soal pasar keuangan。 Kabar tersebut disampaikan oleh perwakilan DiCaprio。

Bintang Hollywood ini diketahui menghubungi Departemen Kehakiman AS di bulan Juli setelah terbit gugatan untuk merebut aset'haram'senilai USD 1 miliar atau sekitar Rp 13,2 triliun terkait perusahaan pendanaan 1MDB asal Malaysia,termasuk hak untuk film tersebut,kata juru bicara DiCaprio。

Dugaan tindak penggelapan dan pencucian uang skala internasional yang melibatkan dana triliun rupiah dari 1MBD ini mulai muncul sekitar dua tahun lalu dan sempat'menggoyang'kondisi politik di Malaysia。

Dalam gugatan di bulan Juli tersebut,Departemen Kehakiman AS merinci bagaimana orang nomor satu Malaysia,yang belakangan diidentifikasi sebagai Perdana Menteri Malaysia,Najib Razak,anggota keluarganya dan kolega terdekatnya mengalihkan dana yang kini tengah diinvestigasi tersebut。

Najib meluncurkan pendanaan 1Malaysia Development Berhad di tahun 2009 dan selalu memonitornya。 Tapi baik dirinya dan 1MDB membantah dugaan tersebut。

Dana yang tengah diinvestigasi tersebut disebut berasal dari 1MDB yang digunakan untuk membeli banyak aset bernilai jutaan dolar di seluruh dunia。 Dan diduga dana terse but pula yang telah digunakan untuk memproduksi film The Wall of Wall Street

电影杨dibintangi DiCaprio di tahun 2013 tersebut berkisah tentang korupsi dan ketamakan华尔街didanai oleh Red Granite Pictures,yang turut dibangun oleh Riza Aziz,putra tiri Najib Razak。 DiCaprio disebut berteman dengan sahabat Aziz bernama Jo Low yang juga disebut dalam gugatan。

Dehaemen Kehakiman AS ingin merebut royalti dari film tersebut begitu juga dengan sejumlah properti di Beverly Hills,New York dan London。 Ada juga beberapa benda seni karya seniman Monet dan Van Gogh dan sebuah jet Bombardier。

Juru bicara Leonardo DiCaprio基金会berkata,setelah mendengar gugatan tersebut,DiCaprio langsung memerintahkan perwakilannya untuk menghubungi Departemen Kehakiman AS untuk memastikan apakah dia atau yayasannya pernah menerima hadiah atau dana sumbangan amal secara langsung atau tidak langsung yang berkaitan dengan pihak yang terlibat。 Jika memang ada,ia berniat mengembalikannya segera。

Tindakan merebut dana tersebut,yang pastinya akan melewati proses hukum yang panjang muncul sejak tahun 2010 saat ada inisiatif kebijakan kleptokrasi yang digagas Departemen Kehakiman AS untuk menyita dana-dana'haram'dari pemimpin dunia yang ada tercatat di sistem perbankan AS。

Bruno Manser Fund,sebuah NGO asal Swiss yang mengampanyekan perlawanan terhadap korupsi Malaysia,berkata pada Selasa,18 Oktober,bahwa pihaknya menyambut baik pengumuman DiCaprio tapi sekaligus juga mengharapkan sang aktor untuk membuka kebenaran soal hubungannya dengan Low,Aziz dan Red Granite图片secara keuangan。

“Pernyataan publik DiCaprio meninggalkan pertanyaan kunci,”ujar Lukas Straumann, 执行董事 Bruno Manser Fund。 “Berapa banyak uang yang diterima Leo dan yayasannya dari Politically Exposed Persons(PEPs)马来西亚dan kenapa dia tidak melakukan uji kelayakan saat menerima dana tersebut?。”

Organisasi tersebut juga menanyakan apakah DiCaprio akan mengembalikan dana yang diperkirakan mencapai USD 25 juta atau sekitar Rp 330 miliar yang diterimanya saat berperan di The Wall of Wal Street

“Kami menghargai pernyataan dan iktikad baik DiCaprio untuk bekerjasama dengan Departemen Kehakiman。 Tapi masih banyak yang bisa dilakukan DiCaprio untuk mencegah hal yang sama terjadi di sejarah Hollywood。“ - dengan laporan AFP / Rappler.com。