文章
  • 文章
国际

Kolaborasi印度尼西亚dan澳大利亚untuk memajukan industri时尚

2016年10月27日下午2:58发布
2016年11月17日下午7:23更新

INDUSTRI FASHION。 Menteri Luar Negeri澳大利亚Julie Bishop(ketiga dari kiri)ikut menghadiri pagelaran雅加达时装周(JFW)2017 pada Rabu,26 Oktober di sela kunjungan singkatnya di Jakarta。 Foto dari JFW 2017。

INDUSTRI FASHION。 Menteri Luar Negeri澳大利亚Julie Bishop(ketiga dari kiri)ikut menghadiri pagelaran雅加达时装周(JFW)2017 pada Rabu,26 Oktober di sela kunjungan singkatnya di Jakarta。 Foto dari JFW 2017。

雅加达,印度尼西亚 - Peningkatan hubungan双边印度尼西亚丹澳大利亚tidak hanya bisa dilakukan di tingkat antar pemerintah,tetapi juga dapat dibina di tingkat antar warga。 Kali ini cara yang dipilih melalui industri fashion。

Ajang雅加达时装周(JFW)2017 kembali bermitra dengan澳大利亚 - 印度尼西亚中心(AIC)丹维珍澳大利亚墨尔本时装节(VAMFF)。 Tahun ini adalah tahun ketiga sekaligus kemitraan yang terakhir。

Dua标签时尚澳大利亚yakni HAN dan ALPHA60 ikut serta dalam pekan pagelaran yang prestisius di Jakarta itu。 Sementara,organisasi AIC memilih seorang desainer berbakat Indonesia sebagai penerima Australia-Indonesia Center Young Indonesia Fashion Designer Awards yaitu Anandia Putri。

Sebelumnya,AIC telah memilih Patrick Owen sebagai penerima penghargaan serupa di tahun 2015 dan Restu Anggraini di tahun 2016。

“Patrick telah menerima eksposur dari media-media Australia internasional dengan tampil di runway VAMFF 2016.Dia juga menjadi tamu penting di acara-acara Festival Fashion Melbourne,dikenalkan ke media internasional dan bertemu langsung dengan para pemenang墨尔本时装节全国设计师奖,” ujar Imelda Suryaningsih,humas JFW 2017 melalui keterangan tertulis。

Anandia juga akan mendapat eksposur dan kesempatan untuk menampilkan koleksinya di VAMFF tahun depan。 标签时尚IKYK terpilih setelah melalui proses penjurian dari pemimpin redaksi majalah mode,VAMFF dan blogger fashion。

Kerjasama di bidang industri fashion ini turut menarik perhatian Menteri Luar Negeri Australia,Julie Bishop。 Maka tak heran,dalam kunjungan sehari di Jakarta,主教mampir ke Senayan City dan berbincang beberapa desainer muda Indonesia seperti Restu Anggraeni pemilik label ETU,Peggy Hartanto,Paulina Katarina,Yosafat Dwi Kurniawan,Major Minor dan TOTON。

“Di Australia,时尚memegang peranan等待dalam perekonomian dengan kontribusi industrie kreatif mencapai AU $ 19 miliar dan AU $ 12 miliar untuk industri fashion sendiri,”kata Bishop dalam keterangan tertulisnya。

Oleh sebab itu,主教melanjutkan,工业时尚harus dikelola dengan serius karena merupakan komponen penting dalam pembangunan suatu bangsa。 Selain menggelar pagelaran busana,AIC / VAMFF juga melakukan对话dengan tema“Men's Wear Trend and Business”di Fashionlink,Senayan City pada Kamis,27 Oktober。

Tema tersebut diharapkan bisa menciptakan peluang perdagangan yang lebih luas antara kedua negara,khususnya di bidang busana pria。 JFW akan berakhir pada akhir pekan ini。 - Rappler.com